Balada mahasiswa teknik Informatika 🤯

Diskusi Mei 06, 2020

Artikel ini mengandung kebencian, aura kejahatan dan akan menyebabkan julid di sirkel kalian, pastikan kamu orang yang bermental baja serta artikel ini dapat mengakibatkan baku hantam. Pada tulisan ini akan membahas tentang lingkungan perkuliahan di jurusan teknik informatika dengan sudut pandang penulis kalianpun boleh komentar dan tidak setuju. Oke pertama ....

Latar Belakang

Sebelumnya berekspetasi lingkungan perkuliahan seperti dalam ekspetasiku dimana mahasiswa beradu kekreatifannya, haus akan keilmuan dan hal keren lainnya. Iya ternyata itu hanya dalam khayalan dan kenyataan berbicara yang lain, yang kubayangkan lautan tapi kenyataannya air kolam pemandian.

Banyak yang beralasan ini itu di lingkungan perkuliahan, entah itu masalah akademis, perseorangan dan lain-lain. Terus terang aja capek ngedengerinnya selama beberapa tahun kemarin, untung aja ketemu orang-orang yang bisa diajak tuker pikiran hehe.

Oke kita bahas jeleknya dulu :

Mahasiswa numpang lewat

https://tenor.com/view/riding-dirty-hitch-smile-gif-13414187

Pernahkah kalian mendengar tentang cerita klasik ini ?

Aku kuliah informatika cuman dipaksa orang tua
Soalnya ini lagi nge-trend sekarang instansi banyak yang butuh
Main aman biar cepet keterima PNS lah
Jurusan lain ngga keterima nih, yauda informatika aja kan cuma maen ms.word sama ms.excell doang kan
Jurusannya kan ngetik doang, nggak bikin capek
Lah bapakku direktur dikampus ini kok, selaw

Oke, itu adalah contoh cerita klasik siang bolong yang sering dijumpai bisa dikategorikan sebagai Mahasiswa numpang lewat, kenapa?

Bisa diartikan kuliah kalian cuman ikut-ikutan dan ngga ada pertimbangan khusus masuk ke ranah ini, lantas apa yang akan terjadi ?

Ngikut perkuliahan akan ngasal alias bingung mau ngapain, yang ada dipikiran cuman pokok IPK aman lulus kumlod, selesai.

Pemburu sertifikat

https://tenor.com/view/throwingpapers-imdone-nope-nottoday-sheldon-gif-5610220

SERTIFIKAT, Hali ini sangat sering dijumpai seketika di lingkungan perkuliahan, berburu sertifikat sebanyak banyaknya. Dulu sekali pernah bikin semacam event kalau ngga salah worshop, ada yang nyeletuk gini :

Aku mau ikut workshop tapi ngga dateng ya bro, nitip sertifikatnya doang hehe

Hey ampas tahu, bikin workshop mikir materi ampe pusing, ngatur jadwal, nyiapin tempat, ngefilter banyak peserta dengan seenak jidat nitip cuman kertas sertipikat doang asal kalian tau aja bikin acara gituan tujuannya bukan asal ngasih kertas sertifikat tapi berbagi keilmuan yang nggak didapet di bangku perkuliahan.

Sertifikat kan tanda bahwa sudah pernah ngikuti sesuatu, soal ilmu nya masuk apa enggak itu bergantung ke diri sendiri. Kalo kalian pengen sertifikat banyak ya nyetak sendiri aja ke percetakan Wijaya.

IPK adalah DEWA

https://tenor.com/view/stephen-chow-dewa-judi-ilmu-judi-pkvpoker-rajampo-gif-15975189

IPK adalah indeks prestasi kumulatif, merupakan gabungan IP dari semester 1 hingga akhir kemudian dirata-rata. Besaran IPK tertinggi adalah 4, dan mahasiswa yang berhasil meraihnya akan menyandang julukan cumlaude.

IPK, sesuatu yang seringkali didewakan oleh kalangan mahasiswa ini dimana seolah-olah standar dari kecerdasan, semakin tinggi IPK semakin tinggi drajat seseorang itu. Tapi disini yang kulihat kenyataannya zonk apa mungkin yang kulihat salah (mencoba positip tingking) , IPK setinggi himalaya tanpa dilandasi skill yang memadai lantas dari mana dapatnya IPK tinggi itu ? ( 🧙🏻‍♂️ magic).

Ekspetasiku IPK gede itu kayak Jerom Polin semua wahahahaah ternyata, eh ternyata 😅

IPK CheetSheet : tugas terkumpul duluan + deket dosen + dapet B minta remed + kopi punya temen poko ngumpulin duluan

Dosen udah kayak gapernah bener

https://tenor.com/view/crying-boy-walkaway-cry-man-tears-gif-5637398

Seringkali dosen serba salah dimata mahasiswa, dianggap killer, tugas kebanyakan detlen mepet yapoko ngga maut tau dosen x pokok salah. Dosen ngasih tugas kalian itu ya buat latihan untuk dikerjakan sekaligus melatih pemahaman di perkuliahan x, kalopun kesulitan ya buat kelompok belajar nggak update story di instagram dan pasti kalian menjumpainya kan? semisal seperti :

Ya allah tugas banyak banget, 2 jam lagi dikumpulin 😢
Hari ini cuma tidur 1 jam nih [moto skrinsut syntax hello world]

Ya narsis sah-sah saja manusiawi tapi ya ngga gitu jugak woee, kalaupun kalian tetap teguh seperti itu yang ada ya hujatan bukan bantuan.

Oke udah, sampe situ aja

Setelah melihat dari sudut pandang diatas maka beberapa solusi akan bermunculan, mari kita bahas lebih intim.

Mahasiswa numpang lewat : aku ngga peduli kalian anak siapa sekalipun yang punya kampus ataupun anak pejabat, konglomerat persetan latar belakangmu. Kalaupun kuliah kalian terpaksa seenggaknya hargai orang tua yang berharap besar ke kalian, ikuti perkuliahan dengan paham materi ini ngapain, manfaatnya apaan apa, kalopun nggak suka ya paksa ingat perkataan orang jawa terdahulu "jalaran tresna mung saka kulina" udah jelas bukan? dengan terbiasa akan muncul rasa suka. Suka memang nggabisa langsung muncul instan munculnya ya perlahan kayak kalian pedekate ke doi gitu, suka lawan jenis bisa, masak belajar suka keilmuan enggak bisa ? kalo udah basah ya sekalian nyelem jangan setengah setengah, nanggung woi

Tentang mendewakan IPK : teruntuk temen-temen yang IPK nya setinggi gunung Fuji, aku mengucapkan selamat atas pencapaian kalian. Dengan IPK setinggi itu orang-orang diluar sana akan berekspetasi tinggi tentang kalian, maaf posisi kalian belum aman dengan modal angka itu HAHAHA ibarat kalian di kampus itu kayak kolam renang yang lingkungannya itu itu aja sedangkan setelah lulus yang kita hadapi itu ombak.

Jadi bagaimana kita bertahan di ombak besar sedangkan kita hanya berlatih di kolam renang?

Oke kembali ke topik, jadi yang utama bukan hasil IPK itu tapi proses dari pencarian IPK yang seringkali diabaikan. Seringkali menganggap quiz dan tugas sebagai beban bukan? bagaimana kalau hal itu terjadi ketika bekerja? pekerjaan kita jadi beban? yang ada stress berkepanjangan.

Bagaimana kalau kita merubah mindset dari beban menjadi sebuah tantangan ?

Dengan menjadikan tantangan kita bisa tau pencapaian apa saja yang sudah dicapai, bukannya yang seperti ini lebih asik dan diri kita akan terpacu untuk berkembang terus.

Dosen gapernah bener : seringkali dosen emang sering dibuat bahan ghibah oleh mahasiswa, hal ini sudah terjadi sejak dahulu kala dari zaman voc masih di daratan nusantara. Dosen memang terkadang menjengkelkan, sifat menjengkelkannya-pun beragam dari sifat pribadinya, cara mengajar hingga tidak meluluskan mahasiswa ujian skripsi 😂 sampai dosen yang seringkali ghosting.

Tahuhkah kalian? ketika dosen berada di lingkungan perkuliahan itu adalah persona mereka sebagai pengajar bukan sifat keseharian mereka, ya kalau di luar kampus ya selaw seperti orang biasa pada umumnya. Otomatis ketika dosen mengajar ya kita harus mengikuti aturan main mereka, ibarat kata mereka adalah tuan rumah dan kita adalah tamunya.

Terus bagaimana jika dosen memberi detlen yang mepet?

Oke balik lagi, Ya mau ato enggak kita harus menyesuaikan aturan main mereka dan yang mengatur waktunya adalah kita sendiri

Kan dosen gapernah ngajarin materi x kemudian dunia kerja membtuhkan tentang x ? trus gimana?

Hmm. jadi gini, setiap dosen di lingkungan akademis itu mengajarkan fundamentalnya otomatis yang lain adalah kita cari tau sendiri kan nggamungkin dong kita disuapin mulu.

KESIMPULAN

Seperti yang sudah dibahas diatas, masa perkuliahan ibarat berenang dalam kolam renang dimana kita menghadapi pola yang itu-itu aja berbeda jauh ketika memasuki dunia di luar perkuliahan yang seperti lautan luas yang harus diarungi. Sebagai mahasiswa kita diwajibkan memiliki minset mandiri dan berfikir kritis dimana saat masa ini digunakan untuk pencarian jati diri.

Pencarian jati diri dapat meliputi pengembangan hardskill dan softskill guna kesiapan di era digital yang semakin cepat perkembangannya dan semakin unpredictable, kegiatan yang mendukung hal ini dapat dicari dengan mengikuti semacam organisasi, komunitas internal, komunitas external kampus atau masih banyak yang lain. Semua itu harus dibarengi dengan lingkungan dan pergaulan yang mendukungnya agar terwujud sebuah circle yang produktif bahasa kerennya connecting the dots jadi entitas disekitar kalian itu saling berkolaborasi. ya simpelnya tulisan ini bertujuan buat kalian tau diri itu aja wkwkw.

Apakah artikel ini sudah membuka mata kalian ?

Flatburger

Imigran vrindavan

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.