Lagakmu yang membunuhmu!

Diskusi Mei 19, 2020

Bicara privasi yang tidak akan ada habisnya menjadi topik pembicaraan di era digital saat ini, Mungkin disini saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana data itu bisa bocor. Apakah hanya karena faktor bug sebuah aplikasi? lantas seberapa besar efeknya?

Pertama saya jelaskan secara singkat sisi positif penjualan data yang terjadi saat ini, yaitu "kebutuhan bisnis" untuk penjual dan konsumen dari platform apapun. Ya tidak lain dan tidak bukan itu "bisnis" mereka jual dapat keuntungan, yang kalian cari juga mudah didapatkan. Terlepas itu e-commerce bahkan sosmed itu sendiri. Namun dibalik itu semua ada sisi negatif yang sangat bahaya diciptakan oleh kalian sendiri yaitu bocornya privasi...

Saya bicara sebagai "Tersangka"...

Mungkin agak sulit untuk dijelaskan jadi izinkan aku bercerita, masalah ini berawal dari "bakat? atau keisengan?" yang tak dapat dikontrol waktu SMP. Entah diriku labil pada saat itu atau masih terbelenggu dengan emosi. Karena pada saat sekolah Aku sering mengalami banyak bully baik fisik sampai verbal. Aku tidak diajarkan untuk membalas dengan fisik maupun verbal. Karena mungkin itu buat intropeksi diri, membangun mental ya... bisa dikatakan hampir 9 tahun aku dibully habis habisan.


Hingga pada akhirnya mencoba untuk melawan dengan caraku sendiri, yaitu dari melakukan stalking hingga penyadapan dan hack ya bisa dikatakan faktor "lucky". Beberapa sistem pada sosmed waktu itu rentan dijebol. Aku paham kalau langkahku terlalu jauh dan berakibat fatal bagi korban, tapi aku selalu tidak memperdulikannya. Karena saat itu diriku tak bisa dikontrol. Seberapa gila diriku dulu?. Jika kalian tahu series bloody monday pasti tahu dengan Bloody-X,K,Q,J urutan huruf di sebuah kartu yang menjadi codename musuh dari si falcon aka Fujimaru. Ya saya ingin menjadi "Bloody-X" disitu memanfaatkan kebodohan dari beberapa circle korban.


Aku mencari beberapa data untuk meneror beberapa t̶e̶m̶a̶n̶ musuhku. Dan dari mana aku bisa dapat data tersebut?, dengan kebodohan korban itu sendiri.apakah aku pencundang? tidak itu lah caraku bertarung. Kenapa aku lakukan itu?. karena tidak ada cara lain untuk melawan, main fisik pun pasti kalah mereka main keroyokan, main verbal pun juga. jadi aku melakukannya melalui "digital".Apakah aku sudah mendapatkan banyak korban?, jawabannya iya... tanpa harus aku jelaskan panjang lebar disini siapa dan bagaimana bisa terjadi.

Dan syukur diriku sudah sadar, meski karena hal sepeleh, iya nonton netflix,beberapa film yang menjelaskan tentang teknologi. Dan ada salah satu korbanku dimana dia di terror habis habisan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.Ya saya mencoba untuk menjadi korban.

Kebodohan seperti apa yang dapat dimanfaatkan oleh mereka (stalker)?.Oke mungkin aku akan beri satu contoh korban aku tak mau sebutkan namanya siapa

Source diambil dari sosmed
Source diambil dari sosmed

Efeknya apa? banyak serta besar mungkin gambar diatas ini sudah menjawab Masih belum paham?. Penculikan,Pembunuhan,Pencurian masih belum jelas bahaya seperti apa?.

"Saya bicara sebagai korban"

Sejujurnya saya pernah menjadi korban, disitu diriku merasa gila, merasa depresi.Bagaimana bisa terjadi?. Kalau aku cerita akan panjang dan mungkin ga bakal percaya kalian, singkatnya dataku dibuat mainan, smartphone di hijack,paling parah saldo di dompet digital dikuras  dan masih banyak lagi. Tak bisa menyalahkan siapapun hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Sedangkan kita tetep "kuekeh" menyalahkan bocornya data lewat aplikasi itu tidak bisa GOBLOK!. Sekali lagi kita hanya bisa menyalahkan diri kita sendiri ya kebodohan yang masih mendarah daging, seperti pamer sana sini,ikuti trend, sampai dengan bagi bagi privasi setiap orang.

Pakar ITB: Aturan Privasi Data di Indonesia Masih Kendur
RUU privasi di Indonesia sebenarnya sudah lama direncanakan, tapi hingga kini belum juga mencapai kesepakatan.

Katanya privasi tapi kok kalian umbar sendiri?

Main sosmed sewajarnya saja, ga perlu pamer ato curhat sana sini. nanti dikepoin marah? orang lebih banyak ingin tahu dari pada membantu.Terus bagaimana menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu?, mungkin tips dari saya bisa menjadi referensi solusi.

Tips menjaga akun anda, seperti anda menjaga si dia...💖
emot lagi rame di fb, ga nyambung sih, habis ga ada asetMaraknya beberapa kasus pencurian data atau penjualan data saat ini, salah satu contoh dari e-commerce burung hantu hijau sebut aja dia Tokopedia [https://www.tokopedia.com/] (bukan nama samaran). Ya sudah banyak berita menjelaskan terjadinya b…

Emang ada sebagai korban yang melakukan kebodohan?

Loh banyak brow, ini ada salah satu contoh video sebelum di takedown. saya jelaskan singkat. Dia melakukan kebodohan saat sedang emosi kalah "yoi brow" sebenernya ga masalah, hal itu wajar namun ketika dia tidak bisa kontrol emosi terciptalah kebodohan yaitu menelepon temannya saat "LIVE" dan walah! nomor pribadi itu pun kesebar. Dan banyak sekali telepon WA hingga si smartphone youtuber nih hang!. despresi berat dia.

Video Source: https://www.youtube.com/watch?v=101XtRM6q0s

Sebenarnya masih banyak yang saya ingin bahas detail mengenai privasi mungkin lain waktu.Pada intinya saya menulis ini mengingatkan teman teman semua, untuk hati hati dengan lagakmu!. Bisa ada celah untuk musuhmu menghancurkan dirimu.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.