Pilih sprint atau marathon?

Diskusi Mei 19, 2020

Tulisan ini merupakan lanjutan dari sebelumnya Balada mahasiswa teknik Informatika, bisa jadi ini merupakan part lanjutan nya.  Dibilang ngemotivasi juga enggak, tujuan utama ya biar kita semua itu tau diri gitu loh, toh biar ngga gampang nyalahin yang ini itu.

Oke lanjut..

Setelah lulus perkuliahan kalian bagaimana kabarnya ?

Mungkin beberapa dari kalian sudah menghadapi ombak yang besar itu, mulai dari apply sana sini, ikut job fair, cpns, studi lebih lanjut atau bahkan menikah, dan aku disini masih tetep gini-gini aja pekerja lepas, dipandang tetangga ya pengangguran.

Berapa banyak dari kita yang hari-harinya hanya diisi dengan sambat, ini jelek, itu rusak, pemerintah ngga bener, kerjaan ngga beres,detlen banyak, kenapa aku noob, gaji berkurang terus(ehem) dan nggak pro sampe sekarang dan sambatan yang lain lainnya.

Sebenarnya sambat ini sama sekali nggak menyelsaikan masalah, walaupun terkadang kita semua memang merasakannya. Sambat di sosmed itu hal lumrah, ya secara naluri kita emang butuh tempat untuk meluapkan hal itu, kalopun dipendem ya mencret.

Dari sambatan itu kita bisa melihat masalah yang terjadi, yang mengeluh jadi ingin menyelesaikannya atau sebaliknya. Yang kita butuhkan adalah sebuah aksi untuk menyelesaikannya, nggoler dikasur terus ya bakalan gitu gitu aja.

Ini adalah top list beberapa sambatan yang seringkali terdengar :

Aku lulus kuliah masih noob nih, gimana caranya bisa kayak si x?

https://tenor.com/Rd78.gif

Noob adalah hal yang lumrah sekali, apalagi yang baru saja merasakan lingkungan korporat yang jauh beda dengan lingkungan kolam renang kalian, ingaat yang dihadapi kedepan adalah badai ombak. Di perkuliahan yang biasa menggunakan php sebagai tugas, sedangkan korporat memiliki standar sendiri apalagi korporat sekarang sok-sokan menghilangkan php dari peradaban, tapi pake laravel (WTF!!), Oke sekarang laravel jadi programming language rupanya WKWWK.

Disini bukan masalah php atau frameworknya tapi tentang pemahaman apa yang didapat saat perkuliahan, kalau ngoding kalau ngga CRUD ya autentikasi, paging dan blablabla. Kalau level itu saja masih copas kanan kiri ya mending ke vrindafan aja, mending emang gapaham daripada pura pura paham :)

Tenang kalaupun masih noob, toh ada pepatah semua mastah pernah newbie bukan?

Untuk itu hanya perlu fokus hal-hal yang ada dalam kendali kita, kalian tidak bisa menjadi orang lain melainkan jadi diri sendiri lebih baik karena dalam hidup ini adalah marathon bukan sprint, setiap orang memiliki temponya masing masing untuk mencapai sebuah tujuan. *eaaak *uhuk

Kerjaan banyak, detlen mepet, semuanya dilempar ke aku

https://tenor.com/rIQ1.gif

Kalo keadaannya gini ya rasain ahahaha, untuk sekelas bekerja di awal sebuah korporat apalagi 0 pengalaman kerja itu merupakan hal yang lumrah. Proporsi pekerjaan itu sudah disesuaikan dengan kalian biar bisa setara dengan yang lain alias mengejar ketertinggalan itu sendiri. Tapi ada dua kemungkinan, emang beneran memacu skill / sengaja ngerjain ? 🤔

Gaji segini aja kapan bisa tajir nih

https://tenor.com/6mOE.gif

Gaji, ini merupakan hal paling sensitif dari sebuah topik diskusi, ya gimana ngga sensitif setiap dari kita kan punya role beda dan pengalaman juga beda. Jadi gausah kaget kalo ada orang gaji 4x lipat dari kalian, bisa jadi mereka udah berpengalaman lebih dan mengalami proses yang berliku liku, tapi ya kalo digaji kurang dari standar jangan pasrah gitu aja, itu kerja kok dikerjain heii 😅. Menurutku kalau pengen cuan tambahan, yabikin semacem sideproject gitu yang bisa diuangkan tapi butuh proses agak lama gabisa instant, se-instannya indomie itupun masih butuh beberapa proses ketika dimasak sampai matang jadi mie 🍜.

Kalau kalian pengen tajir instan ya jadi rafatar aja ..

Kemudian nyengir liat tweet mbah ini :)

Gak punya portofolio nih, sedangkan yang dibutuhkan min 2 tahun pengalaman

Sebenarnya portofolio ini bukan melulu tentang project yang dikerjakan apa aja, tapi bisa semacam cerita yang dimana kita membuat proses dari sebuah solusi. Bisa jadi sebuah konsep yang masih belum terimplementasi, nah dari sini bisa kita menceritakan belum terimplementasinya karena apa.

Sempat membaca utas dari Iman Usman, portofolio yang dibikin bisa berupa kegiatan apa saja dan apa kontribusi kita dalam kegiatan tersebut.

Kesimpulan

Mulai dari apply sana sini, ikut job fair, cpns, studi lebih lanjut atau bahkan menikah itu merupakan keputusan yang ada ditangan kalian sendiri, nggak ada masalah ketika memilih pilihan itu asalkan memang komitmen sendiri, its fine.

Kemudian tentang sambatan, dari sambatan ini kita bisa melihat masalah yang terjadi, yang mengeluh jadi ingin menyelesaikannya karena yang dibutuhkan adalah aksi ⛹🏻‍♂️.  jadi gamasalah sambad di sosmed, kan siapa tau ada yang peduli tentang sambatanmu, tapi ya jangan kebangeten juga.

Diatas merupakan beberapa kompilasi sambatan yang sudah terangkum dengan tidak rapi AHAHA, Jadi kita hanya perlu fokus hal-hal yang ada dalam kendali kita, kalian tidak bisa menjadi orang lain melainkan jadi diri sendiri lebih baik karena dalam hidup ini adalah marathon bukan sprint, setiap orang memiliki temponya masing masing untuk mencapai sebuah tujuan.

Thankss, sebarkan sekiranya bermanfaat ✨

Flatburger

Imigran vrindavan

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.